Anak-anak Bisa Terjerat Judi Online Karena Bahaya Game Tembak Ikan yang Jarang Diketahui Ini

Siapa sih di zaman sekarang yang tidak memegang gadget atau smartphone? Orang tua bahkan anak-anak di usia dini sekali pun, sudah piawai memainkan gawai. Mulai dari mengakses aplikasi layanannya hingga berselancar ke situs-situs tertentu guna mengumpulkan informasi atau hanya sekadar bermain game.

Yap, hampir seluruh anak-anak di dunia menggemari game online. Salah satunya game tembak ikan online yang populer sekarang. Bermodalkan gawai, game bisa dimainkan dimana dan kapan saja. Namun, ada pro kontra mengenai game besutan Cina yang sedang digemari di kalangan anak-anak ini.

Anak-anak Bisa Terjerat Judi Online Karena Bahaya Game Tembak Ikan yang Jarang Diketahui Ini

Permainannya diklaim cukup sederhana dan mudah, memungkinkan siapa saja untuk bisa larut dalam game. Prosedurnya pemain cukup menyimpan deposit (menyetor uang) sebagai langkah awal agar bisa bermain. Tahap selanjutnya bermain dengan cara menembak ikan hingga mati. Jumlah ikan yang berhasil dibunuh akan menghasilkan poin. Ketika poin sudah mencapai besaran tertentu, maka poin tersebut bisa dicairkan menjadi uang. Agar bisa membunuh lebih banyak ikan, pemain digoda untuk terus-terusan meningkatkan (upgrade) kualitas senjata.

Sadarkah Anda Jika Permainan Tembak Ikan Sudah Termasuk dalam Aturan Judi Berbasis Online?

Anak-anak rentan menjadi target game judi tembak ikan online, apalagi jika bermain gadget tanpa pengawasan orangtua. Bukan apanya, penyedia situs layanan game tersebut tersebar dan terselip dimana-mana menyerupai iklan.

Mungkin banyak pengguna tidak sadar bahwa game tersebut sudah termasuk taruhan atau judi. Padahal jika ditelisik lebih dalam, sistem kerjanya sudah masuk ke ranah judi yang berbasis online. Dan tentu saja game ini cenderung menyebabkan kecanduan. Anak akan cenderung menjadi indvidu yang ignorant terhadap sekitar, anti sosial, boros, malas dan lain-lain. Selain itu, rasio kesempatan menang terbilang sedikit. Perbandingannya hanya satu banding ratusan hingga ribuan pengguna lain. Dengan kata lain, kesempatan untuk bangkrut jauh lebih besar dibanding untung.

Dalam beberapa kasus, ada yang tingkat kecanduannya sudah berada pada level ‘serius’ sehingga membutuhkan penanganan yang lebih khusus pula. Tidak bisa semata-mata langsung berhenti main game judi tembak ikan terbaik, penanganannya harus bertahap hingga candu ‘itu’ perlahan hilang.

Memberi anak previllage menggunakan gawai semaunya meningkatkan persentase peluang ia bisa kecanduan. Jadi, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, alangkah baiknya jika orang tua berperan lebih dalam pengawasan terhadap aktivitas anak di depan gawai. Jika perlu, beri batasan waktu saat anak hendak memainkan ponsel pintar. Siapapun Anda, adalah langkah bijak untuk berhenti main game judi tembak ikan online dan menghindari judi berkedok game atau semacamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *